Jumat, 22 November 2013

WWLI-WILWAF dan Karang Taruna Desa Adakan Kegiatan Kemanusiaan



Banjaran, KMI – Dalam rangka melaksanakan Tali Silaturahmi dan kegiatan kemanusiaan, Organisasi WWLI- WILWAF (Wawasan Wahana Lingkungan Indonesia ) dan Karang Taruna Desa Neglasari (SANGGA BHAKTI ), Sabtu lalu telah mengadakan Bakti Sosial di Desa Neglasari Kecamatan Banjaran, tepatnya Kp. Pasir Sangga RW 07.  Organisasi WWLI-WILWAF, yang berdiri tahun 1999 ini beranggotakan 72 orang, dari berbagai Perguruaan Tinggi dan non Akademis yang ada di Bandung. Organisasi ini ternyata bukan hanya peduli terhadap Lingkungan atau Alam semata tetapi mempunyai agenda kepedulian kemanusiaan terhadap masyarakat yang tidak mampu, anak yatim dan Jompo.
Kegiatan Bakti Sosial tersebut dilaksanakan di lapangan terbuka RW 07 dan dihadiri Suherman selaku Kepala Desa Neglasari, Muspika, tokoh agama  dan masyarakat yang ada di lingkungan Desa Neglasari. Seperti  yang di kataka Wiwin seorang Nenek 55 Tahun penduduk Kp. Pasir Sangga Rt.3/7, dengan rasa haru bercampur sedih Ucapkan terima  kasih dengan adanya kegiatan Kemanusiaan yang di lakukan oleh para generasi muda  Karang Taruna  (SANGGA BHAKTI ) dan Organisasi  (WWLI – WILWAF ) Indonesia.
Putra Wansah, ST, salah satu anggota sekaligus  sebagai pendiri  (WWLI-WILWAF) Indonesia menuturkan, kegiatan yang dilakukan oleh organisasinya, mudah mudahan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkannya serta dengan kegiatan tersebut dapat mempererat Tali Silaturahmi  dengan Masyarakat Desa Neglasari Kecamatan Banjaran. Di akhir pembicaraan Putra Wansah, berkeinginan  bahwa Organisasi (WWLI- WILWAF) Indonesia kedepanya dapat memberikan pelatihan terhadap Karang Taruna dan masyarakat yang ada di Kecamatan Banjaran tentang ilmu dan teknologi komputer.
Usai pembagian sembako dan santunan kepada para Anak Yatim dan Jompo, Suherman selaku Kepala Desa mengucapkan Banyak terima Kasih terhadap  Karang Taruna (SANGGA BHAKTI )   selaku generasi Muda ,yang mana telah bekerja sama dengan Organisasi WWLI –WILWAF ( Wahana Wawasan Lingkungan ) Indonesia , dalam kegiatan yang sangat positip  dan Mulia,  di akhir pembicaran  Suherman mengucapkan banyak terima kasih terhadap  Deden  Nurjaman, berperan aktif  ikut membangun Desa Neglasari   dan berkat perannya kegiatan kemanusiaan tersebut dapat terlaksana. * (Asep/KMI)



Bupati H. Ade Swara : Semangat Para Pahlawanan Hendaknya Dihayati dan Menjadi Inspirasi



 Karawang, KMI -  “Semangat Kepahlawanan yang di tunjukan para pahlawan dan pejuang dalam pertempuran hendaknya dapat kita hayati dan menjadi inspirasi kita serta sumber motivasi dalam mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan cita cita kemerdekaan RI, selain itu peringatan ini sebagai bentuk penghargaan atas jasa pengorbanan mengenang dan menghargai jasa serta pengorbanan para pahlawan/pejuang yang telah mendahului kita” Demikian dikatakan Bupati Karawang, H. Ade Swara saat dirinya bertindak selaku Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Pahlawan Ke-67 Tingkat Kabupaten Karawang di Plasa Komplek Perkantoran Bupati Karawang, Minggu (10/11).
Lebih jauh Bupati H. Ade Swara mengatakan bahwa peringatan ini  juga dilaksanakan untuk menumbuhkembangkan nilai kepahlawanan sesuai dengan tema Hari pahlawan kali ini ialah Pahlawanku Idolaku tema ini hendaknya dijadikan momentum untuk terus melestarikan dan mendayagunakan sikap para pahlawan Kusuma Bangsa  seperti rela berkorban pantang menyerah, percaya kepada kemampuan sendiri, tanpa pamrih yang itu semua merupakan nilai budaya bangsa berdasar Pancasila dalam bingkai NKRI.
Untuk itu, pada kesempatan tersebut, Bupati H. Ade Swara mengajak seluruh masyarakat Kab. Karawang dan segenap bangsa Indonesia untuk menggelorakan kembali semangat kepahlawanan dengan dilandasi nilai-nilai kesetiakawanan sosial yang tinggi. “Kita harus merapatkan barisan guna membangun negeri untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat sehingga bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang bermartabat yang dapat berdiri sejajar dengan negara lain,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati H. Ade Swara turut menyerahkan bantuan kepada para Janda Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) Kabupaten Karawang. Para janda yang menerima bantuan sebesar Rp. 1 juta tersebut antara lain adalah Ny. Enoh janda dari Halil Perang, Ny. Sadiah janda dari Ace Sahrim, Ny. Arum janda dari Prawiro Bahuprawiro, Ny. Yuyu janda dari Harmaen, Ny. Sukarsih janda dari Ajum, Ny. Nati janda dari Moh. Doerohim, dan Ny. Karni janda dari Otjid.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Karawang juga mengkomandokan gerakan mengheningkan cipta selama 30 detik untuk mengenang dan merenungi  kembali jasa-jasa para pahlawan bangsa yang telah gugur. Sebelumnya, rangkaian acara Hari Pahlawan sendiri saat hari Jumat (8/11) sudah dilakukan tabur bunga di taman Makam Pahlawan Kabupaten Karawang Kec. Klari, yang dihadiri oleh Muspida dan para unsur lainnya sebagai peserta apel tabur bunga.*(ANG)

Kamis, 21 November 2013

Awal Bulan Tahun 1435 H, Bupati H.Ade Swara Gelar Karawang Bershalawat



Karawang, KMI - Setidaknya 10.000 jamaah hadir memadati lapangan Karangpawitan, seakan Lapangan serbaguna Karangpawitan Kecamatan Karawang Barat disulap menjadi lautan jamaah pada Sabtu Malam (9/11). Kegiatan yang direncanakan kurang lebih sebulan  terakhir telah sukses digelar, acara ini berawal dari keinginan Bupati Karawang untuk berkumpul dengan para Ulama dan Jamaah, hadir pula Muspida dan puluhan umaro. Kegiatan bershalawat serta saling bersilahturahmi dengan tujuan berserah diri dan berintrospeksi bahwa kita semua penuh dosa dan berharap mendapat ampunan dari Allah SWT serta sekaligus mendoakan agar Karawang menjadi Kota yang Aman Makmur damai sejahtera loh jinawi” Ujar KH Salimul Apip.
Lebih lanjut  KH Salimul Apip sebagai tausiah dan shalawat penutup pada acara bertajuk Karawang Bershalawat tersebut mengatakan “kita bisa manfaatkan Tahun Baru Islam, Maulid Nabi, Rajaban apapun judul kegiatan bershalawat berkumpul sebagai mahluk hamba Allah SWT dengan tujuan agar sadar bahwa kita harus selalu menjalankan Perintah-Nya dan meninggalkan apa yang dilarangnya” Ungkapnya
Suasana lautan jamaah sesaat semua penerangan dipadamkan sedikit bermunajah memanjatkan doa untuk kita agar selalu sadar bahwa semua harta, jabatan dan lainnya hanya titipan dan amanah Allah SWT, jangan Kufur Nikmat, pada kesempatan itu semua hadirin tidak ada yang tidak meneteskan air mata.
Menundukan kepala berdoa yang dipimpin KH Salimul Apip ini dilakukan setelah kita bershalawat pembuka antara lain oleh Ustad Albar, Habib Mustopa dari Purwakarta, beberapa Shalawat didendangkan yang diiringi oleh iringan Hadroh Marawis dan rebana. Acara ini berlangsung hingga tengah malam yang di tutup doa oleh Kyai Gus Hasan dari Cilamaya Karawang.
Dalam sambutannya Bupati Karawang berpendapat, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan rasa kebersamaan, kekeluargaan dan persaudaraan atau ukhuwah islamiyah, dengan doa bersama malam ini diharapkan Karawang pun menjadi Baldatun Toyyibatun Wa Rabbun Ghaffur
Selanjutnya Bupati bersyukur mengucap alhamdulilah, menurut Bupati Allah SWT telah mempertemukan kita berkumpul bersama sebagaimana tadi dikatakan acara ini merupakan kegiatan dalam rangka Tahun Baru Islam 1435 H, para hadirin jamaah untuk bershalawat. Bupati membandingkannya dengan dengan para buruh yang menuntut kenaikan upah, dalam hal ini para pecinta Shalawat jangan kalah semangat untuk memobilisasi jamaah untuk berkumpul, walaupun acara ini bertajuk “Karawang Bershalawat” tetapi tidak hanya bershalawat tetapi juga mendengar tausiah dari Kyai dan Habaib, kemudian Bupati pun sedikit menyampaikan capaian Pembangunan Kab. Karawang yang patut diketahui, dan merupakan hasil kerja yang bersinergi tidak hanya Pemerintah.  Kita warga masyarakat Karawang juga berperan untuk membangun Karawang maka dari itu mari bersama sambut Karawang yang dari tahun ke tahun berikutnya sudah terlihat akan terus maju.
Tambahan dari hasil wawancara staf bagian Humas dari Kang Ujang asal Loji Pangkalan, mengatakan saya mewakili para hadirin ucapkan terimakasih kepada Bupati H. Ade Swara, yang telah  memfasilitasi kami untuk bisa bershalawat kami ingin acara ini bukan pertama dan terakhir, kami ingin ini dilakukan di tiap perayaan hari besar Islam secara rutin minimal 1 tahun sekali.*( ANG )


Anggota Banggar Mangkir Lagi



Garut, KMI - Anggota DPRD Garut Mangkir. Kali ini dilakukan oleh para wakil rakyat yang menjadi anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Garut. Akibatnya pembahasan anggaran yang sudah berlangsung lebih dari satu minggu berjalan tidak optimal. Meski kebiasaan buruk ini menjadi sorotan, nyatanya para anggota DPRD tetap melakukan hal tersebut.
Dari 24 orang anggota DPRD yang menjadi anggota Banggar, dalam setiap pembahasan anggaran, jumlah yang hadir sangat  sedikit.
Menanggapi hal tersebut ketua Badan Kehormatan DPRD Garut, H. Yayat Hidayat mengatakan kebiasaan bolos anggota DPRD sudah berlangsung sejak lama dan bukan pada saat rapat anggaran saja.
Menurutnya di Rapat Kerja dengan SKPD pun sudah bukan hal yang aneh, bila anggota dewan tidak hadir dengan berbagai alasan.
Terkait dengan kedisiplinan dan rendahnya kinerja dewan, kami selalu melaporkannya kepada fraksi masing-masing, Kecuali kalau ada yang melanggar etika atau tindak pidana baru langsung ditindak oleh BK.
H. Yayat yang juga anggota banggar untuk rapat Banggar KUA, PPAS 2014 memang banyak anggota yang tidak hadir sehingga sangat disayangkan karena hal ini menyangkut hajat hidup masyarakat garut. Terus terang kami merasa kecewa padahal ini sangat penting dan masyarakat berhak tahu berapa anggaran untuk tahun 2014. Kalau pembahasannya sepert ini tentu sangat disayangkan .
H. Yayat menekankan kinerja anggota DPRD sebenarnya sudah diatur oleh undang-undang antara lain memuat, “apabila anggota dewan tidak mengikuti rapat paripurna secara berturut-turut atau kurang lebih enam kali tidak hadir dalam rapat paripurna maka akan dikenakan sanksi Pergantian Antar Waktu (PAW) dan untuk anggota Banggar, lanjut Yayat , seharusnya fraksi memberikan sanksi yang tegas.
Dengan tidak disiplinnya anggota dewan ini berarti sudah melanggar sumpah dan janjinya yang diucapkan saat dilantik. Karena berdasarkan aturan anggota dewan, harus lebih mengutamakan kepentingan anggota masyarakat terutama di Dapilnya ketimbang mengutamakkan kepentingan sendiri,” katanya.* (U KOSWARA )


PMII Tuntut DPRD Usut LPK BPR



Garut, KMI - Kantor DPRD didatangi puluhan mahasiswa yang berasal dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII) cabang Garut yang tujuannya menggelar demo, jum’at ( 25/10). Sekitar pukul 10.00 WIB mereka berkumpul di depan gedung dewan dan melakukan audensi dan menuntut agar DPRD Garut segera menuntaskan kasus yang terjadi di BPR LPK Samarang dan BPR LPK Bungbulang.
Koordinator lapangan ( KORLAP) Cecep Ruslan dalam orasinya mengatakan keberadaan bank memiliki fungsi untuk menghimpun dana dan meminjamkan uang. Bank hari ini juga dianggap sebagai tempat penyimpanan asset kekayaan yang aman dan menguntungkan. Namun apa yang terjadi pada BPR LPK Samarang berbanding terbalik dengan apa yang diharapkan masyarakat “ tandasnya.
Menurutnya sudah sekian lama melakukan kegiatan perbankan, BPR Samarang dinyatakan luquid oleh BI dan yang menjadi permasalahan yakni banyaknya masyarakat yang menyimpan uang dalam bentuk Deposito. Namun tidak dapat diambil karena deposito tersebut tidak terdaftar di LPS.
“Jika dijumlahkan total deposito yang bermasalah tersebut bisa mencapai 2 Milyar “ Paparnya
Kasus seperti ini ternyata tidak terjadi di Samarang saja , beberapa tahun ke belakang kasus serupa juga terjadi di BPR LPK Bungbulang dan hingga saat ini kasusnya masih belum selesai , bahkan jumlahnya jauh lebih besar dari BPR LPK Samarang, yaitu mencapai 11 Milyar, siapa yang harus bertanggung jawab atas kasus ini ?
Masyarakat dibuat bingung karena kasusnya memakan waktu yang berlarut-larut dan tak kunjung tuntas. Karena itu Pemkab harus bertanggung jawab jangan sampai masyarakat menjadi korban.
Kata Cecep Ruslan, ada 3 poin tuntutan audensi ini , yakni Pemkab Garut untuk segera tuntaskan kasus yang terjadi di BPR LPK Samarang, dan BPR LPK Bungbulang segera mengembalikan uang masyarakat yang dihimpun oleh BPR LPK terkait, serta benahi system mekanisme kerja lembaga perbankan khususnya BUMD.
Atas tuntutan mahasiswa tersebut Ketua Komisaris C DPRD Garut  H. Sobirin yang didampingi anggota DPRD Garut Suyatna menyampaikan bahwa DPRD memberikan respon penuh terhadap semua tuntutan yang disampaikan .
H. Sobirin menjelaskan persolan yang terjadi di BPR LPK Bungbulang adalah sepenuhnya tanggung jawab Pemkab. Menurutnya Pemkab telah siap untuk mengganti kerugian nasabah sebesar RP 7 Milyar akan tetapi, sambung H. Sobirin , mekanisme penggantian tersebut harus menunggu hasil class action terlebih dahulu yang masih berlangsung di Bandung, agar setiap keputusan Pemkab mengacu pada ketentuan dan tidak menyalahi aturan.
Insya Allah, semua persoalan yang melibatkan LPK BPR dalam waktu dekat akan segera diselesaikan,” tandasnya.*(U KUSWARA) 

Atasi Kelangkaan Elpiji 3 Kg, Pemkab Pangandaran Harus Segera Miliki SPBE

PANGANDARAN, KMI - Dengan adanya keterkaitan, mahalnya Gas Elpiji di kabupaten Pangandaran dan maraknya harga penjualan gas elpiji 3 k...